Saturday, November 12, 2011


Sifat Lelaki Yang Tidak Disukai Wanita

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.
Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”

Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.
Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

Ketiga, Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.
Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

Keempat, Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.
Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

Kelima, Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Keenam, Pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

Ketujuh, Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.
Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.
Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

Kesembilan, Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.
Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

Kesebelas, Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

Keduabelas, Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.
Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bau yang tidak enak. Allahu a’lam.

0

Friday, November 11, 2011


Soulmate

Kualitas yang terpenting
bukan pada orang yang kau harapkan menjadi
belahan jiwa,

tapi padamu yang akan jatuh
cinta kepadanya.

Jika engkau tidak membeningkan hati,
menjernihkan pikiran,
dan tidak mengindahkan perilakumu;

engkau akan mudah jatuh cinta
kepada pribadi yang akan
mengecewakanmu.

Belahan jiwamu hanya seindah jiwamu.
 
_Mario Teguh_
0

Thursday, November 10, 2011


Allah, Aku Makin Cinta...

Bismillah...

Idul Adha 1432 H.
Ini merupakan tahun pertamaku menyambut hari raya qurban di rumah kontrakan. Tidak ada yang spesial, selain kami serasa "dihujani" berkilo-kilo daging. (kami: aku dan teman2 sekontrak yang sepakat memilih untuk berhari raya di "baituna jannatuna", hehe bener gak ya gitu bahasa Arabnya ^^ ).
Ya. pasalnya, aku dan tiga teman lainnya turun tangan untuk membantu para abi dan ummi yang menjadi panitia qurban di Dewan Pimpinan Wilayah (DPC) *partai keluarga sakinah* daerahku tinggal saat ini.
Aku yang saat ini sudah bekerja, merasa enggan untuk mudik. Bukan karena tidak diberikan izin oleh atasanku. Sama sekali bukan. Atasanku luar biasa baiknya, bahkan beliau mengizinkanku mudik berapa hari pun yang aku butuhkan. Masalahnya bukan di sana, tapi karena selain bekerja di tempat beliau, aku juga punya tanggung jawab lain yaitu mengajar les anak-anak SD yang tempatnya tidak jauh dari rumah kontrakan kami.

Hari kedua idul adha, aku diberikan tugas kantor untuk melakukan survey lokasi perumahan ke luar kota yang  jaraknya beratus-ratus kilometer dari tempat tinggalku. Aku senang. Tentu saja, karena aku sangat menikmati pekerjaan ini. Dan aku juga berharap bisa silaturrahim dengan teman kantorku Nita, yang selama ini hanya berkomunikasi denganku via phone dan dunia maya. (Nita adalah karyawan di tempat kerja yang sama sepertiku, hanya saja kami mengurusi wilayah yang berbeda.  Aku di Pontianak, dan Nita di kantor cabang Singkawang). Selain itu, aku juga berencana untuk bertemu dengan adik lelakiku yang saat ini sedang studi juga di sana.

Inilah perjalanan luar biasa yang pernah kurasakan!

Bukan karena perjalananku itu ditaburi bunga-bunga. Bukan.
Itu karena perjalanan ini membuatku semakin menyadari betapa aku membutuhkan Dia.
Betapa setiap detak jantungku, gerak-gerikku, semua tak lepas dari pengawasan dan terlebih pertolongan-Nya. Rabb... Allahu Rabbi...

Pertama, saat kami di razia. (Aku membawa temanku Ida, bersamaku)
Perjalanan masih panjang.
Malangnya, kami tak membawa surat-menyurat kendaraan. Astaghfirullah...
Aku baru teringat saat kendaraan kami hanya tinggal beberapa puluh meter lagi jaraknya dari kantor polisi.
Dengan wajah tak berdosa aku pasrah menggiring kendaraan roda dua itu. Tentu dengan senyuman indah yang dipaksakan. Hanya aku dan Allah-lah yang tahu itu. hehe
Temanku Ida membisikkan sesuatu di telingaku, namun tak satu pun yang jelas mendarat di kupingku.
Konsentrasiku sepenuhnya pada do'a dan wiridku, memohon belas kasih-NYA.
Sesekali kutatap wajah para polisi yang bertugas pada hari itu. Entah mengapa wajah mereka saat itu mendadak menyeramkan daripada serigala. (wah.... yang ini agak berlebihan kalli yak? ^^v piss pak pol ).
Jarum jam serasa sangat lamban geraknya. Kapan ini akan berakhir??? Aku menanti-nanti apa yang akan terjadi. Bayangan amarahnya pak polisi sudah jelas di depan mata. Aku bertawakkal.
Dan..... subhanallah! Amazing banged saudara-saudara... kami dibebaskan dari "kandang serigala" itu..... horeee..... yippiy........!!!
Pak polisi dengan ramahnya mempersilahkan kami untuk melanjutkan perjalanan...
Aku pun tersenyum sumringah... menyapa pak polisi itu, mengucapkan terima kasih, menghadiahkannya senyum termanis yang kumiliki, dan..... segera kabur dari sana. Wew! Serem juga kalau berlama-lama.
Alhamdulillah....
Semua karena pertolongan-NYA...
Aku pun tersenyum bahagia...
Haru...
Cinta...
Pada-NYA...
Dan perjalanan pun dilanjutkan...

Next trip...
Kami diuji dengan sedikit musibah.
Kecelakaan...
Salahku, karena tidak konsentrasi penuh mengendarai roda dua itu. Kuakui itu. Ada yang kupikirkan. Seseorang. Dia, yang mengundangku untuk makan siang hari itu, tapi tak kupenuhi undangannya karena tugas kantor yang menurutku jauh lebih penting. Astaghfirullah...
Mungkin juga salahnya, orang yang bertabrakan dengan kami, karena tidak menyalakan lampu isyarat saat hendak berniat berbelok.
Sekali lagi, DIA menyelamatkan kami...
Kecelakaan itu tidak membuat kami kehilangan diri.. tidak pula kehilangan tangan dan kaki...
Aku memang sering jatuh dari kendaraan. (suka kebut-kebutan di jalan, hehe). Tapi yang ini, adalah kecelakaan terdahsyat yang pernah terjadi dalam hidupku.
Tapi lihatlah... DIA menyelamatkan kami... T_T
Rabbi... betapa aku mencintai-MU...
Sayang-MU padaku wahai Allah...

Seluruh tubuhku terasa luluh keesokan harinya.
Rasa sakitnya ternyata luar biasa...
Sampai akhirnya kuputuskan untuk memaksakan diri kembali ke kota Pontianak.
Dengan sisa energi yang kumiliki...
Dan aku diberikan nikmat sakit ini...
Agar bisa beristirahat sejenak.
Dari rutinitasku sehari-hari...

#pontianak, hari kesekian aku bed-rest karena tabrakan itu
MC.
0