Tuesday, May 21, 2013


Ternyata dia Pemilik Tulang Rusukku...

Aku tahu kau takkan sesempurna Rasulullah..
dan terlebih aku pun, tak sehebat yang mendampingi beliau SAW.
Karena itu aku sadar,
Betapa tak adil jika harus menuntut kesempurnaan darimu...
Untuk itu, Suamiku...
Aku ingin mencintai ketidaksempurnaanmu, dengan cara yang sempurna...
Kuharap kau pun begitu adanya :)





Ahad, 28 Oktober 2012.
Akhirnya,
jiwa ini menemukan belahannya...
tepat di usiaku yang ke-24.

Allahu Rabbi,
terima kasih telah memilih dia untukku, dan memilih aku untuknya..
berikanlah keberkahan dalam pernikahan kami Yaa Allah..
bantu kami untuk lebih dekat dan cinta kepada-Mu, karena sesungguhnya Engkaulah yang telah mengarahkan cinta antara dua hati kami..
Kekalkanlah cinta kami agar kami saling menjaga kesetiaan hingga akhir hayat kami..
dan satukanlah kami kembali kelak di Jannah-Mu, bersama keluarga kami, keturunan kami, dan orang-orang yang beriman..
Aamiin...
0

Saturday, September 1, 2012


Duh, tanggalnya :))

01 September 2012.
Siang.

Calon bapak mertua menghubungiku.
Menanyakan kabar, sedang apa, sudah makan apa belum. Hadeeeeeuh~
Rasanya agak aneh, ada yang perhatian sebegitunya padaku -___-"
Senang? Iyaaa, adalah sedikit :))

Pertanyaan-pertanyaan "tidak penting" itu sekedar prolog untuk mencairkan suasana barangkali. Itu menurut dugaanku saja. Padahal tidak ada yang "tidak penting" ketika orang tua sedang berbicara, bukan? :D
Baiklah.
Dugaanku tak meleset. Beliau menelpon tentu saja bukan untuk iseng. Melainkan ada yang ingin disampaikan padaku. Ternyata beliau menanyakan tanggal akad nikah kami. Uhuk! #kselek tauge :p
Berhubung aku dan calonku itu masing-masing pada sibuk bekerja,  jadi calon bapak mertuaku itulah yang dengan sangat baiknya mengurus segala persyaratan administrasi jelang pernikahan kami.
Subhanallah...

Kata beliau, petugas ka-u-a menanyakan tanggal akad nikahnya. Oleh karenanya, beliau menelpon untuk menanyakan. Aku sebenarnya setuju saja. Sudah kukatakan sebelumnya bahwa untuk segala hal yang berhubungan dengan pernikahan kami, kuserahkan sepenuhnya pada kedua pihak orang tua untuk memutuskannya. Tapi barangkali beliau ingin kami ikut memberikan pendapat, jadi beliau menanyakan itu.
Dan setelah berbincang-bincang, diputuskan lah tanggal 28 Oktober :D

Lebih kurang setengah jam kemudian, aku baru melihat kalender dengan seksama.
Tanggal merah hari Jum'at, 26 Oktober 2012, libur Idul Adha.
Hari Sabtu, 27 Oktober 2012, Hari Kejepit Nasional :D
Minggu, 28 Oktober 2012. --> tanggal yang tadi ditentukan.
We-A-We. Waw!
28 Oktober?? Ituh pan Hari Sumpah Pemudaaaaa >,<"
Benar-benar tak kusangka, tanggalnya bisa pas moment penting begituh.
Hihihi :D

Sebetulnya masih akan dibicarakan lagi.
Tapi berhubung tanggalnya keren juga menurutku, yaaa mayan lah :))
Semoga ajah tak diganti lagi. :D
0

Wednesday, August 29, 2012


.:Dilematis:.

Pernah mengalami hal semacam itu?
Aku bahkan mengalaminya saat-saat pertama pindah bekerja di luar kota Pontianak, tepatnya di Sintang.

Hari pertamaku bekerja di Sintang tidak lain adalah hari ketika aku tiba di kota kecil itu. Sepakat atau tidak, aku menyebutnya sebagai mutasi. *pan suka-suka saya toh :p*
Esok harinya, aku mendapat panggilan telpon dari Bank Syariah Mandiri KCP Kab. Sanggau (tempatnya tidak jauh dari kota Sintang). Tidak mengherankan karena aku memang merasa pernah mengajukan surat lamaran kerja sebagai Teller  di sana. Letak keherananku justru karena panggilan itu sangat cepat dibanding dugaanku pada awalnya.

Jadi beginih..
Di tengah keterpurukanku saat menjadi pengangguran tingkat dewa waktu itu, aku tak sanggup kalau hanya berdiam diri. Akhirnya aku mencoba mengirimkan surat lamaran kerja ke BSM Sanggau sebagai bentuk alternatif kedua sekiranya kontrak kerja yang sudah kutandatangani di kantor lain (sebelumnya) dibatalkan empunya. Menurut informasi teman yang juga pernah mengajukan surat lamaran kerja di bank, katanya biasa bank baru akan melakukan panggilan (apabila lamaran diterima) sekitar sebulan kemudian. Jadi aku dengan santainya berharap masih ada kesempatan mungkin meskipun dalam waktu dekat aku dipindahkan kerja di Sintang (saat itu aku masih berada di kota Pontianak).

Dua hari pasca aku mengirimkan surat lamaran ke bank, akhirnya aku diajak berangkat ke kota Sintang untuk mulai bekerja di sana. (sebuah penantian selama tiga pekan yang akhirnya melepaskan statusku sebagai pengangguran tingkat dewa) <-- *ok. lebay :p*

Tiba di Sintang hari Senin waktu itu. 18 Juni 2012. Alhamdulillah...
Itu terhitung hari pertamaku bekerja di Bimbel SiS Cab. Sintang.
Sebagai FO, Akademik dan Keuangan. Merangkap. Fyuh ~
Esok harinya, Selasa, aku mendapat panggilan ituuuuh. Karena jumlah pelamar juga tidak banyak waktu itu, besar kemungkinan aku diterima. Petugasnya memintaku untuk menemui pimpinan BSM Sanggau untuk proses lebih lanjut. (padahal yang kutau, proses penerimaan di bank tidaklah sesingkat itu).
Tapi jauh di dasar hati, aku sangat ingin bekerja di sana. Secara, menjadi pegawai bank adalah jenis pekerjaan yang sudah kuimpikan sejak masuk kuliah. Ini tinggal selangkah!
Dan saat itulah aku mulai DILEMATIS. Aku dilanda kegalauan tingkat maksimuuuun >,<"
Pasalnya, saat itu aku sudah mulai bekerja di Bimbel SiS Sintang. Secara. Aku sudah dengan sangat sadar menandatangani kontrak kerja selama dua tahun di lembaga tersebut. Kalau mengundurkan diri demi mengejar pekerjaan di bank itu, aku terancam didenda! Denda seluruh gajiku selama kontrak berlangsung!
Aku mencoba untuk meminta saran sana-sinih. Berharap masukan dari orang-orang terdekat dan tentunya pernah tau dan mungkin mempunyai pengalaman lebih dariku.
Banyak saran ditampung.

Akhirnya, atas berbagai macam pertimbangan, aku memutuskan untuk berusaha ikhlash menjalani pekerjaanku di Bimbel SiS Cab. Sintang. Itu artinya, aku berusaha ikhlash juga mengabaikan panggilan dari BSM Sanggau. Sediiiih T_T

Semoga saja ini keputusan yang terbaik.
Hanya berharap Allah akan melapangkan rezkiku, mungkin tak hanya dalam bentuk materi.
Misalnya jodoh, barangkali. *pan jodoh itu rezki juga toh* <-- #teori ngawur sayah :p
2