Kriteria ini diambil dari Milis KAMMI Pusat.
Just suka-suka aja... peregangan urat leher yang lagi tegang mikirin ummat (jiaaaahh, piss ^^v)
1. Jangan pinter2, karena kepintaran kerjaannya cuma berfikir, menganalisa trus bikin pernyataan sikap, trus gk ngapa-ngapain.
2. Jangan miskin, karena klo miskin bisa2 gk menghidupi organisasi tapi justru hidup dari organisasi, bawa proposal ke mana2 buat jaulah. jangan daaaahhhh.....
3. Jangan terlalu banyak baca buku, nanti mengelola organisasi teks book, gk punya "taste" gerakan... heheu...
4. Jangan "anti proyek" karena banyak proyek yang halal, daripada minta2, mending bekerja dan berpenghasilan... ciehuy :)
5. Jangan ashobiyah golongannya, jangan suka black list orang, amal jama'i, jangan ashobiyah dengan gerbongnya masing2.. sinergis lah gitu... ^^
6. Jangan suka bolos "ngaji", mentang2 pejabat KAMMI, minta rukhshoh mulu, organisasi dijadikan alibi, jaulah dan kegiatan dijadikan alasan... ow, tidak bisa..... hehe
7. Jangan anak mama, sebentar2 nelpon mama minta arahan. kan udah mahasiswa, tahu mana yang boleh dan tidak boleh dan tahu mana yang wilayahnya ijtihad gerakan, yang penting koordinasi... #tul gk frens? he.
8. Jangan kayak preman, merasa punya "orang kuat" di belakang, mengaku "orang pilihan" atau "orang yang ditunjuk" ... wew.. udah gk jaman euy... "ini aku, bukan bapakku",, gitu donk klo jadi pemimpin...
9. Jangan kayak mafia hukum, ngutak-ngatik konstitusi untuk berkuasa dan menjegal lawan2 politik, hare gene???
10. Jangan "nge-boss", merasa owner KAMMI, merasa paling tahu apa yang terbaik buat KAMMI...
11. Jangan lupakan orang lain, yang mungkin banyak berkontribusi...
12. Jangan pas ada maunya doang,,, silaturrahim ke banyak orang...
13. Jangan over estimate terhadap diri sendiri,,, mentang2 jadi pemimpin, merasa punya bargaining tinggi dan under estimate dengan orang lain... kagak banged deh yak...
14. Jangan merasa menguasai ibukota, karena ibukota punya "kekhususan" namanya juga DKI (Daerah KHUSUS Ibukota) :D
15. Jangan sembarangan "gaul politik" yang menyebabkan KAMMI menari di gendang orang lain...
dan yang terakhir...... taddaaaaaaaa......
16. Jangan telat nikah.....! heheu, PISS ^^v
Wednesday, November 9, 2011
Monday, August 1, 2011
Laa Tahzan...
Label:
Ragam
Setiap kita pasti pernah melakukan suatu pekerjaan
Tapi pernahkah kita merasa pekerjaan yang kita lakukan itu seakan sia-sia?
Padahal kita sudah melakukannya semaksimal mungkin
Tapi semuanya seperti tak berbekas di mata yang lain?
Saudariku...
Ketika pekerjaanmu tak dihargai, maka di sanalah engkau belajar arti keikhlasan...
Ketika usahamu untuk mempersembahkan yang terbaik justru dipersalahkan, maka di situlah engkau belajar arti kesabaran...
Ketika seluruh dunia menyalahkanmu , tenanglah...
Ada Alloh yang selalu Melihat apa yang engkau kerjakan.
Hanya Dia yang tak pernah membuatmu terluka...
Hanya Dia…
Lalu mengapa masih berharap pekerjaanmu dilihat orang lain?
Mengapa masih berharap usahamu dihargai makhluk-Nya?
Manusia... yang tak pernah puas dengan apa yang mereka kerjakan.
Selalu mengeluh, menuntut kesempurnaan...
Padahal adakah yang lebih sempurna daripada-Nya?
Hanya Dia...
Hanya Dia yang Maha Sempurna...
Saudariku, Laa tahzan...
Ketika semua itu hanya engkau persembahkan untuk-Nya...
Maka engkau tak perlu peduli dengan penilaian manusia...
_di sela-sela derai air mata mengadu pada-Nya_
*Mira Chidayu*
Hamba Allah yang lemah tiada daya
Tapi pernahkah kita merasa pekerjaan yang kita lakukan itu seakan sia-sia?
Padahal kita sudah melakukannya semaksimal mungkin
Tapi semuanya seperti tak berbekas di mata yang lain?
Saudariku...
Ketika pekerjaanmu tak dihargai, maka di sanalah engkau belajar arti keikhlasan...
Ketika usahamu untuk mempersembahkan yang terbaik justru dipersalahkan, maka di situlah engkau belajar arti kesabaran...
Ketika seluruh dunia menyalahkanmu , tenanglah...
Ada Alloh yang selalu Melihat apa yang engkau kerjakan.
Hanya Dia yang tak pernah membuatmu terluka...
Hanya Dia…
Lalu mengapa masih berharap pekerjaanmu dilihat orang lain?
Mengapa masih berharap usahamu dihargai makhluk-Nya?
Manusia... yang tak pernah puas dengan apa yang mereka kerjakan.
Selalu mengeluh, menuntut kesempurnaan...
Padahal adakah yang lebih sempurna daripada-Nya?
Hanya Dia...
Hanya Dia yang Maha Sempurna...
Saudariku, Laa tahzan...
Ketika semua itu hanya engkau persembahkan untuk-Nya...
Maka engkau tak perlu peduli dengan penilaian manusia...
_di sela-sela derai air mata mengadu pada-Nya_
*Mira Chidayu*
Hamba Allah yang lemah tiada daya
Friday, July 29, 2011
Bismillah... Tawakkaltu 'Alallah...
Label:
Merid
Pernahkah Anda merasa dan berfikir ingin segera menghabiskan waktu bersama orang yang anda cintai?
Terkadang, kita memang pernah merasa dan berfikir seperti itu. Tetapi saudaraku, kita tidak tahu apakah kita akan benar-benar diizinkan Alloh untuk menikah dengan orang yang kita cintai? Belum tentu...
Tidak ada salahnya jika kita mendambakan seseorang yang shalih atau sholehah untuk menjadi pendamping hidup. Akan tetapi, apakah kita sudah merasa pantas untuk mendapatkan seseorang yang demikian? Belum tentu...
Saudaraku,
tidak penting apakah jodoh yang disiapkan Alloh untukmu sholeh ataupun tidak...
tetapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaannya di sisimu akan semakin membuatmu taat pada Tuhanmu...
Jadilah seperti Khadijah yang bersyukur saat akhlaqnya seindah Nabi Muhammad...
Jangan sampai dirimu seperti isterinya Nabi Nuh, tetap ingkar meskipun didampingi oleh seorang suami yang sholeh...
Dan sediakanlah hatimu selapang Asiyah, saat harus berdampingan dengan suami yang begitu dzolim layaknya Fir'aun...
Jangan pula engkau seperti isterinya Abu Jahal yang ikut ingkar saat seseorang yang dzolim berada di sampingmu dan akhirnya abadi menggelegak di Jahannam...
Yang menentukan akhirmu bukanlah orang yang bersamamu wahai saudaraku...
Tetapi sikap apa yang akan engkau berikan saat bersamanya...
_______
"Bukanlah kesempurnaan darinya yang kuinginkan, tetapi aku akan mencintai ketidaksempurnaannya (kelak) dengan cara yang sempurna"
Engkau tak layak mendikte Alloh bahwa engkau harus menikah dengan orang yang engkau cintai, tetapi engkau harus berjanji bahwa engkau akan mencintai orang yang kelak engkau nikahi, siapa pun orangnya...
Serahkan saja pada-Nya...
Karena Dia Yang Maha Tahu siapa yang terbaik untukmu...
*ganti-suasana-hati*

