Tuesday, December 6, 2011


Dan Dunia Profesi pun Dimulai...

Bekerja?

Kapan tepatnya aku merasakan benar-benar bekerja?

Hmm... di saat-saat terakhir perkuliahan kah? (Oktober 2011, dua puluh empat hari sebelum aku diwisuda)
Sepertinya bukan itu jawaban yang tepat. Meskipun aku memang betul-betul mulai duduk manis di kantor awal Oktober itu, tapi aku belum merasakan feel bekerja saat itu. Karena masih sering izin dari kantor, nyaris tiap hari bahkan. Syukurnya, atasanku tidak keberatan dengan hal itu. Karena sejak awal di-interwiew, aku sudah mengatakan pada beliau bahwa saat itu aku masih dalam masa penelitian skripsi. Dan berjanji akan mendapatkan ijazah S1 pasca wisuda tanggal 25 Oktober *sumpah nekat! :p

Dan Allah sangat sayang padaku. Dengan segala upaya yang kulakukan, dan tentu saja semua itu atas Maha Cinta-Nya Allah padaku, aku memenuhi janji itu. Selesai kuliah dan konsentrasi bekerja!
So... tepatnya aku benar-benar merasa bekerja secara utuh adalah di bulan berikutnya, November.

Sejak saat itu... 
Dunia profesiku pun dimulai...

Jam kerjaku lumayan panjang sodara-sodara...
Mulai dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Istirahat siang jam dua belas sampai jam satu.
Melelahkan bukan? Memang.
Belum lagi sepulang kantor aku harus mengajar anak-anakku (murid-murid les) karena aku ibunya (ibu guru mereka) *halah
Yach. Intinya begitu. Aktivitasku full dari senin sampai sabtu, pagi hingga sore menjelang malam.
Bersyukurlah mira... dengan kelelahan ini...
Allah masih membekaliku dengan pundak yang kokoh, untuk mengais-ngais rezeki-Nya di muka bumi ini...
*mengais? ayam kalli yak :p

Chayo mira \("_")/
0

Monday, December 5, 2011


Kangen :(

Maghrib.

Selesai menghadap-Nya dalam rentetan ruku’ dan sujud yang tak sama seperti biasa…
Kuhadiahkan segenggam do’a… buat mereka…
Sebagai wujud rasa syukurku atas nikmat ukhuwah ini…
Bertemu mereka secara tidak sengaja. Ah, bukan tidak sengaja. Tapi Allah-lah yang telah merekayasa…
Kawand… kita telah dipertemukan dalam sebuah rumah besar penuh berkah bernama tarbiyah…
Indah… sangat menawan...
Saat bersama, berbagi kesedihan, pengalaman, cinta, harapan, cita-cita… dan saat kalian mendatangiku dengan sejuta senyuman kala gundah itu menghimpit jiwa…
Betapa… melegakan…

Tapi kini… kita dipisahkan…

Harapku, kalian tak lupa “jampi” andalan kita… bernama do’a…
Selipkan aku dalam rabithah kalian wahai saudari-saudariku…
Sebagaimana aku melakukannya untuk kalian saat ini…

Perlahan… Kristal bening itu berjatuhan dari singgasananya…
Pelupuk mataku basah… hingga sembab… *sedih



Huwwaaaaaaaa…… aku kangen kalian temen2 di lingkaran iman…………….. T_T
*peluk kaliaaaaaan
0

Saturday, December 3, 2011


Aku Lemah (Bagian 2)



Kadang...
Aku harus berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan bahwa aku kuat!
Dengan sugesti, seketika itu berhasil. Tapi lebih seringnya terkesan memaksa. Dan berujung dengan mengalirnya bening-bening itu dari pelupuk mata... *sedih

Terdengar cengeng bukan? Memang.

Wahai Allah...
Yang Mengetahui segala isi hati...
Bolehkah aku meminta?
Sampaikan pada dia yang di sana...
Bahwa aku terluka karenanya...
Sampaikanlah... dengan cara-Mu...
Agar dia tau... hatiku tak sekuat baja...

Aku lemah yaa Allah... lemah tanpa-Mu...
Rangkul aku dalam kasih sayang-Mu wahai Rabb terkasih...
Karena hanya dengan-Mu, aku merasa tentram.
Kuakui.
Aku Lemah! Tanpa-Mu...

! pict-googling !
0