Sunday, February 9, 2014


My Milad 26th

Minggu, 2 - 2 - 2014.
Jatah umurku berkurang lagi..
Sekarang masuk yang ke-26 :)

Kita makan-makan dong... hehheee
Tempatnya ini di Kafe Terapung "SAKA" dekat korem Sintang ^_^


*my little happy family :)


*Ziifen lagi males difoto dianyah :D

*inih Ziifen sama tantenya :)


*Ziifen malah asik ngeliatin ayahnya :D

0

Tuesday, January 21, 2014


Ketika "Godaan" Itu Datang

Aku masih konsisten memberikan ASI pada Zifen. Alhamdulillah ASI lancar jaya, yang penting aku makan yang banyak :D

Jadi begini pemirsah...
Zifen itu kalau mau tidur sepertinya tidak sah kalau tidak menangis menjerit-jerit. Aku ibunya, tentu paham betul jenis tangisan anakku. Bagaimana tangis laparnya, bagaimana tangis manjanya dan tangisan lainnya termasuk saat dia sangat risih. Katakanlah kepanasan (di tempatku tinggal suhu udara tingginya luar biasa). Zifen paling tidak tahan panas. Mau dikasi kipas angin aku gak tega, takut masuk angin. Digendong salah, dikasi ASI salah, diayunkan salah, dikeloni salah. Sampai akhirnya dia kecapean dan tidur dengan sendirinya.

 Hal itu ternyata membuat tetanggaku bertanya-tanya (tentu saja :D)
Ada yang mengira Zifen kudzolimi (misalnya dicubit, katanya). Ah~ ada-ada saja. Aku sudah berjanji pada diriku untuk tidak berlaku kasar pada anakku. Mencubit? Apalagi dia masih bayi? Oh tidak ~
Yang paling aku tidak senang ada yang bilang anakku lapar! Katanya mungkin ASI-ku tidak cukup, jadi harus dikasi tambahan sufor. Oh NO~
Dia gak tau kalau aku ini salah satu ibu pejuang ASI. Tak akan kuberikan apapun pada Zifen selain ASI sampai usianya 6 bulan nanti.
Parahnya lagi, saat aku bilang ASI-ku melimpah sampai merembes ke baju, katanya itu ASI sudah kelamaan jadi udah basi.. What?! ASI bisa basi? Teori darimana coba? Aneh -_____-"

Baiklah tetangga...
Terimakasih atas sarannya...
Tapi maaf... hanya ASI sampai usia Zifen 6 bulan ^_^
0

Aqiqah :)

Awalnya mau melaksanakan sunnah Rasul (aqiqah) untuk Zifen saat usianya tujuh hari. Tapi berhubung kurang persiapan, jadinya aqiqah dilaksanakan pada hari ke-14. InsyaAllah masih dalam hari-hari yang dianjurkan *hasil baca buku :p

Aqiqah? Tentu mengundang banyak orang. Sementara kontrakan kami hanya rumah petak type 36 ^_^
Untuk mengatasinya, kami membagi jumlah tamu undangan menjadi dua shif. Satu pagi hari dan yang lainnya di siang sampai sore hari. Alhamdulillah lancar sebagaimana yang kami rencanakan...
Sibuk? Tidak juga :D *loh?
Iya, karena kami memesan makanan jadi alias catering.  Bukan karena kami banyak uang, sama sekali tidak. Itu karena tak satupun dari kami yang bisa masak daging kambing :D
(kudengar kalau tidak pandai memasaknya, bau kambingnya akan sangat menyengat). Jadinya kami membeli kambing sekalian minta dimasakin sama orangnya. Sate dan gulai. Enak :)

Maka resmilah nama anakku, Zifen Syafika Arifin ^_^
Arti namanya sudah pernah kubahas di tulisan sebelumnya (ayo geledah, ahihhi)


*bobok dianyah :D

Jadi ceritanyah, selama proses aqiqah tu, bahkan sampai pengguntingan rambutnya, Zifen tetap nyenyak boboknya. Gak ngaruh sama suara berisik orang ramai di rumah :D
0