Wednesday, June 3, 2015


(BUKAN) Wanita Karir

I am a housewife rightnow :D

Juni 2014 kemarin tepatnya kontrak kerjaku habis di tempat kerja lamaku. Ada beberapa hal yang membuat aku dan suami memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaanku di sana lagi. Pertama, karena anak kami Ziifen masih sangat butuh perhatian dan pengasuhanku sebagai orang yang memang seharusnya paling dekat dengannya. Kedua, belum adanya kejelasan soal gajiku yang tertunda selama beberapa bulan lamanya. Jika tetap bertahan di sana, aku yakin kejadian yang sama pasti akan terulang dan terulang kembali. Ketiga, sepertinya kondisi perusahaan sangat tidak baik saat itu, yang rinciannya kurasa tidaklah perlu untuk dijelaskan di sini. Semua bisa menterjemahkan sendiri arti dari frasa "tidak baik" itu.

Jadi kegiatanku selain mengurus suami dan bayi? Jangan ditanya...
Menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) itu cukup membuat energimu terkuras. Segala jenis profesi harus bisa dikuasai. IRT adalah seorang koki. Dia juga seorang ustadzah untuk anak-anaknya. Pun juga seorang akuntan dalam rumah tangganya. Pekerjaan binatu juga menjadi tanggungjawabnya dan sederet profesi lainnya harus bisa ditangani oleh seseorang yang bernama Ibu. Jadi masihkah ingin bertanya ,"apa pekerjaanmu sekarang, Mira?" Ketahuilah kawan, pekerjaanku sangat banyak muehehheee
Akan tetapi dari situlah kamu bisa menjadi mulia ataupun sebaliknya. Seorang ibu rumah tangga yang dengan ikhlas melakukan semua pekerjaan kerumahtanggaan dan walaupun demikian ia masih bisa mempersembahkan senyuman termanisnya saat menyambut sang suami pulang bekerja, maka ia akan mendapat kemuliaan di sisi Allah swt. Penat lelahnya seharian tergantikan dengan pahala seiring dengan mengucurnya keringat dari tubuh. Menyenangkan, bukan?
Maka saat ini, aku sedang dengan nyaman menjalani profesiku sebagai seorang IRT. Entah untuk berapa lama aku juga belum tahu. Karena pasti akan tiba masa dimana aku merindukan aktivitas di luar rumah. Bekerja di suatu tempat misalnya? Muehheheee

Kegiatan sehari-hariku sebenarnya tidak melulu di dalam rumah. Setelah semua pekerjaan rumah selesai, aku membantu suami menjaga konter kami yang letaknya juga tidak jauh dari tempat tinggal kami. Lumayan, untuk menghibur diri agar tak terlalu jenuh dengan rutinitas yang sama. Selain itu, aku juga mulai terlibat di dalam organisasi kemuslimahan di daerahku Sintang.

So far, i'm really enjoy my daily activities :D

_Bumi Senentang membara
0

Tuesday, October 14, 2014


Hadiah Istimewa Dari Yang Teristimewa

2-2-2013.

Hadiah dari orang istimewa di miladku yang ke 26 agak telat dari yang lain. Dua hari setelahnya baru dia memberikannya padaku. Aku berprasangka baik padanya, suamiku tercinta. "Agar hadiahku tak bercampur dengan hadiah orang lain." Ah~ senangnya ^_^"

Dia memberiku sekuntum bunga. Mawar merah. Seumur hidupku baru kali ini mendapat hadiah bunga. Bahagia? Pastinya...

Bunganya bunga plastik :D
Tidak mengapa... biar awet, seperti cinta kami :p

No picture, not mean hoax yaaa :D
0

Pesanan Kue :)

Waktu itu bulan Desember 2013. Beberapa hari menjelang natal. Adik iparku bilang ada yang memesan kue untuk Natalan. What?! Awalnya kupikir aku salah dengar. Ternyata memang itu nyata. Menurut adik iparku itu, salah satu teman dekat di lokasi dia bekerja memutuskan untuk memesan kue padaku seusai berkunjung di hari Lebaran Idul Fitri lalu. Dia jatuh cinta (bahasa lebay-nya) sama Nastar buatanku *_*

Semula aku ragu untuk mengiyakan berhubung kondisiku saat itu sedang momong bayi yang baru berusia dua bulanan. Waktu Idul Fitri lalu aku sangat bersemangat membuat kue lebaran walau sedang hamil tua. Entahlah, kurasa mungkin efek bayiku. Benar, itu sukses membuatku rempong dan sakit pinggang selama lebih dari 24 jam.
Tetapi setelah adik iparku meyakinkan kalau dia pasti akan membantu, aku mengiyakan. Jadilah di akhir tahun itu kami bersibuk-sibuk ria membuat kue Natalan yang bahkan tetangga sebelah rumahku yang Nasrani saja tidak ingin merepotkan diri seperti kami :D

Lalu berapa yang kudapat setelah penat lelah kami hari itu?
Yups, omsetnya hanya sekitar lima ratus ribuan saja. Karena pesanan kuenya hanya empat sampai lima jenis. Rencananya uang keuntungannya nanti akan kami bagi dua dengan adik iparku. Wait! Itu baru rencana...
Tetapi yang terjadi sangat jauh dari rencana. Karena...sampai dengan saat ini...dan mungkin sampai Natal berikutnya...orang yang memesan kue itu belum juga melunasi pembayarannya :(

Usut punya usut, ternyata menurut pengakuan dari sang pemesan kue, uang tersebut sudah dititipkan kepada anak tetangganya yang sekolah di daerah tempat tinggal kami. Itu karena rumah yang bersangkutan lumayan jauh jaraknya dengan rumah kami. Adik iparku juga tidak mengenal anak sekolah yang dititipi itu. Dan karena saat ini adik iparku tidak lagi bertugas di daerah tempat orang yang memesan kue tadi, jadinya uang pesanan kue yang hampir setahun lamanya itu sudah tidak ada lagi kabar beritanya...

Sekian!

Aku gak marah koq :D
Semoga Allah ganti rizki kami dengan yang jauh lebih baik...Aamiin.
0