Kejutaaaaaan! *bunyi terompet*
Jadi ceritanya, si Oma teman yang sekantor denganku baru pulang dari Bangka Belitung. Selain bertugas sebagai Koordinator Unit di tempat kami bekerja, dia juga merupakan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sintang, Kalimantan Barat. Nhaaa, sekitar dua minggu yang lalu, waktu liburan sekolah itu dia diminta oleh kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan guru *lupa persisnya itu pelatihan apa* di tanah Bangka tersebut. Sebagai konsekuensinya, dia terpaksa meninggalkan tugasnya di kantor kami. Wait! terpaksa? mungkin nggak juga kalli ya :))
Sepulang dari pelatihan itu, dia datang ke kantor. Malam. Sekitar jam setengah delapan begitu. Kenapa ke kantor malam-malam? Yep, pertanyaan bagus, Sobat Kreatif :)
Oma datang untuk memantau kondisi kantor setelah kepergiannya yang cukup lama. Dan aku, kenapa malam-malam begitu masih saja gentayangan di kantor? Eh, bukan apa-apa... Itu karena aku memang tempat tinggalnya di sana, tepatnya di lantai dua. Sendiri. Lagi. Kasihan? Nggak perlu dikasihani :D
Selain untuk alasan memantau itu, dia datang dengan seorang perempuan. Dan betapa kagetnya setelah kulihat ternyata perempuan itu adalah teman lamaku di bangku SMK dulu. Akrab disapa Susan. Tentu saja bukan boneka, heee *sori ye San, aye ngemengin eluh di mari :))*
Dan tanpa aba-aba, kami langsung nyambung. Reuni dadakan inih ceritanya. Banyak hal yang kami share. Yaaah, selaiknya orang yang telah terpisah sejak lebih dari lima tahun. Karena sejak lulus, aku mengalami kendala dalam berkomunikasi. Hape error. Lost Contact.
Alasan klasik, tapi memang realistis! <---semacam pembelaan diri :p
Banyak berbagi dengannya, hingga sampai pada topik hangat seputar orang-orang jomblo. Yep! Apalagi kalau bukan jodoh. -___-"
Tentangku, kurasa nggak perlu kita bahas di sini. Ini tentang Susan. Nhaaa, ternyata.............dia itu akan menikah dengan Oma dalam waktu dekat. *kita doakan sama2 yuk, semoga Allah memudahkan urusan mereka menuju jenjang itu, biar kita juga dimudahkan urusannya dalam hal yang sama* Eh :p
Jadi...kapan nih cerita tentang oleh-olehnya yak? Heheee.
Waktu malam itu justru Oma meminta maaf padaku karena nggak sempat membeli apapun sebagai oleh-oleh dari sana. Well..never mind. Memang sejak awal juga aku nggak berharap akan mendapatkan apapun darinya. Kesibukanku di kantor karena harus merangkap pekerjaannya itu sudah cukup menyita waktuku. Sehingga tak menyisakan ruang untuk mengharap semacam oleh-oleh. Tapi, yang menyenangkan itu adalah di hari berikutnya...
Setelah kami bersibuk ria di kantor karena harus melakukan interview kepada tenaga pengajar baru, dia memberikannya padaku. Oleh-oleh dari Bangka Belitung :))
Sebuah gantungan kunci bertuliskan "Bangka". Sederhana memang. Khas Bangka. Tapi untuk seorang Chidayu, nggak ada kata sederhana untuk sebuah pemberian dari seorang teman. Sekecil apapun itu baginya, atau bagi orang lain, bagiku itu sangat berharga. *apalagi aku souvenir holic stadium tiga :p* <---bukan stadium akhir :D
*Like Thiiiis :)

0 komen:
Post a Comment
Silahkan komen di sini :)